BERITA

25 Dec 2025, 09:34 AM

UMLA Gelar SINTEK 2025: Kupas Tuntas Sinergi AI, BIM, dan Energi Terbarukan

MedKomp

Admin Web

LAMONGAN – Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) sukses menyelenggarakan Seminar Inovasi Teknik (SINTEK) 2025 pada Senin (22/12). Bertempat di Aula Budi Utomo, acara ini menjadi panggung diskusi bagi 250 mahasiswa Teknik Komputer, Teknik Industri, dan Teknik Sipil untuk mengeksplorasi masa depan rekayasa lewat tema “Smart Engineering Collaboration: Manufacturing Systems, BIM Technology, and AI Innovation”.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala BAPPELITBANGDA Lamongan, Dr. Sujarwo, S.T., MM., didampingi oleh Dekan Fakultas Sains, Teknologi, dan Pendidikan UMLA, Eko Handoyo, S.Kom., M.Kom.

Fokus pada Transisi Energi dan Efisiensi Salah satu sorotan utama dalam seminar ini adalah kehadiran Yudhi Vernanda, S.Si., Founder CV. Solarika Prima Daya sekaligus mantan konsultan Kementerian ESDM. Mewakili bidang Teknik Komputer, Yudhi memaparkan potensi besar Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai pilar transisi energi nasional.

Yudhi menjelaskan secara mendetail teknis implementasi sistem on-grid, off-grid, hingga hybrid untuk skala gedung. Menurutnya, PLTS bukan sekadar tren ramah lingkungan, melainkan instrumen investasi yang cerdas.

"Dengan perencanaan yang benar—mulai dari pemilihan panel hingga kapasitas baterai—sistem PLTS mampu menekan tagihan listrik hingga nol rupiah," tegas sosok yang juga mendirikan Creative Zone Robotics & Coding Academy tersebut.

Kolaborasi Lintas Disiplin Tak hanya soal energi, SINTEK 2025 juga menghadirkan perspektif dari raksasa industri dan teknologi lainnya:

Ir. Azizi Dermawan, S.Si., M.Sc. (PT Amita Vidura Technology): Mengupas tuntas teknologi Building Information Modeling (BIM) dalam konstruksi modern.

Moh. Sahiul Mufid, S.T., M.T. (PT PAL Indonesia): Membagikan inovasi terbaru di sektor manufaktur dan teknologi industri.

Membangun Jembatan Akademisi dan Industri Melalui SINTEK 2025, UMLA menegaskan komitmennya untuk tidak hanya mencetak lulusan yang mahir secara teori, tetapi juga adaptif terhadap kebutuhan industri. Seminar ini menjadi jembatan krusial yang menghubungkan mahasiswa dengan para praktisi profesional guna mempercepat adopsi teknologi Smart Engineering di Indonesia.