BERITA
04 Nov 2026, 09:05 AM
MedKomp
Admin Web
LAMONGAN – Persoalan hama tikus yang kerap mengancam hasil pertanian mendorong tim dosen Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) menghadirkan solusi berbasis teknologi bagi masyarakat Desa Sidomulyo, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan.
Melalui Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Reguler Kemdiktisaintek Tahun 2026, tim melaksanakan program bertajuk “Pemberdayaan Kelompok Tani Makmur Mulyo melalui Penerapan Sistem Mitigasi Hama Tikus Berbasis IoT dan Energi Terbarukan di Desa Sidomulyo, Lamongan.”
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Mufti Ari Bianto, M.Kom., dosen Program Studi S1 Teknik Komputer Universitas Muhammadiyah Lamongan, bersama anggota tim Dr. Rofiatun Solekha, S.Pd., M.Sc. dari Universitas Muhammadiyah Lamongan dan Mala Rosa Aprilya, M.Kom. dari Universitas Trunojoyo Madura.
Kegiatan dilaksanakan bersama Kelompok Tani Makmur Mulyo Desa Sidomulyo dan mendapatkan dukungan dari Pemerintah Desa Sidomulyo yang dipimpin Kepala Desa Bagus Dwi Saputra, M.Kom.

Menjawab Persoalan Hama Tikus dengan Teknologi Desa Sidomulyo merupakan salah satu wilayah yang masyarakatnya banyak menggantungkan kehidupan pada sektor pertanian. Namun, produktivitas pertanian menghadapi berbagai tantangan, salah satunya serangan hama tikus yang dapat merusak tanaman sejak fase awal hingga menjelang panen. Selama ini petani telah menggunakan berbagai metode pengendalian, seperti perangkap, perburuan tikus, hingga penggunaan bahan tertentu. Namun, metode tersebut memiliki keterbatasan dari sisi efektivitas, keamanan maupun keberlanjutan. Melalui program ini, tim pengabdian memperkenalkan alternatif sistem mitigasi hama tikus berbasis energi terbarukan. Teknologi yang dikembangkan memadukan pagar listrik pintar, panel surya sebagai sumber energi, suara ultrasonik, serta sistem sensor dan deteksi berbasis AI.
Pendekatan tersebut dirancang agar pengendalian hama dapat dilakukan secara lebih aman, selektif, hemat energi, dan ramah lingkungan, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan bahan kimia. “Kami ingin teknologi yang dikembangkan tidak hanya berhenti di kampus atau menjadi hasil penelitian, tetapi dapat benar-benar dipahami dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Karena itu, kegiatan ini kami lakukan melalui sosialisasi, pelatihan, dan demonstrasi secara langsung kepada kelompok tani,” jelas Mufti Ari Bianto, M.Kom., selaku ketua tim.
Antusiasme Masyarakat Sangat Besar Pelaksanaan kegiatan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat Desa Sidomulyo. Para peserta mengikuti pemaparan mengenai permasalahan hama tikus, pemanfaatan energi terbarukan, hingga demonstrasi teknologi yang ditawarkan. Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Masyarakat diberikan kesempatan untuk berdiskusi mengenai kondisi pertanian yang mereka hadapi sekaligus melihat secara langsung bagaimana teknologi mitigasi hama tikus dapat diterapkan di lingkungan pertanian. Bagi tim pengabdian, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting karena keberhasilan penerapan teknologi tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan alat, tetapi juga oleh pemahaman, keterampilan, dan kesiapan masyarakat dalam menggunakannya. Pemerintah Desa Dukung Keberlanjutan Program Kepala Desa Sidomulyo, Bagus Dwi Saputra, M.Kom., menyambut baik pelaksanaan program pengabdian tersebut. Pemerintah desa menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada tim UMLA dan mitra perguruan tinggi yang telah membawa inovasi teknologi ke tengah masyarakat.
Pemerintah Desa Sidomulyo juga berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada tahap sosialisasi dan pelatihan, tetapi dapat dilanjutkan melalui pendampingan dan pengembangan teknologi sesuai dengan kebutuhan petani. Harapan tersebut menjadi semangat bagi tim pengabdian untuk terus mengembangkan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan kelompok tani. Dari Kampus untuk Pertanian yang Lebih Berkelanjutan Program pemberdayaan Kelompok Tani Makmur Mulyo menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi bagi masyarakat. Melalui pemanfaatan energi matahari dan teknologi cerdas, tim berharap masyarakat semakin memiliki alternatif dalam menghadapi persoalan hama tikus sekaligus mulai mengenal pemanfaatan energi terbarukan untuk mendukung sektor pertanian. Kolaborasi antara UMLA, Universitas Trunojoyo Madura, Pemerintah Desa Sidomulyo, dan Kelompok Tani Makmur Mulyo diharapkan dapat terus berlanjut sehingga inovasi yang diperkenalkan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Dari Sidomulyo, inovasi teknologi diharapkan tumbuh menjadi bagian dari pertanian yang lebih aman, mandiri, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.